Kegiatan Gladi Lapangan tepatnya dilaksanakan (29/12/2008 – 2/1/2009) lalu. Kegiatan selama 4 hari itu diikuti oleh semua anggota Plasma angkatan XV. Dengan mengambil lokasi di Kecamatan Kaligesing, Purworejo itu juga diikuti oleh pembina, instruktur dan alumni. Dengan mengusung tema “Belajar Bersama Alam,” kegiatan ini berfungsi sebagai praktek lapangan terhadap materi-materi yang telah diterima anggota selama latihan di sekolah. Salah satu kegiatannya yaitu Penghijaun di desa Tlogogua, dengan menanam 1.500 bibit tanaman holtikultura. Ternyata perangkat desa setempat dan Masyarakat juga ikut dalam kegiatan ini. Hal itu membuktikan bahwa mereka menyambut dengan sangat antusias kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak Plasma.
Kegiatan dilanjutkan dengan caving goa (penelusuran goa). Caving di laksanakan di Goa Si Kanthong yang terletak di Dusun Gogoluas. Lokasinya lumayan jauh dari pemukiman penduduk dan harus masuk ke dalam hutan. Goa ini boleh dibilang masih perawan, belum banyak dikunjungi orang, belum banyakorang yang tahu tentang keberadaannya. Untuk menelusurinya dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan. Di dalam goa, terdapat banyak sekali hal baru yang dapat dijumpai. Salah satunya kita dapat melihat ornamentornamen goa, yang merupakan lukisan alam berupa stalaktit dan stalakmit. Tak seperti goa-goa perawan di daerah ini, seperti Goa Anjani yang tanpa ujung, Goa Si Kantong memilikilubang ujung goa. Sehingga kita tidak perlu melakukan perjalanan balik pada saat akan keluar goa.
Kegiatan berikutnya, yakni hiking. Perjalanan mengambil start dari Desa Tlogogua sampai dengan Goa Seplawan. Selama dalam perjalanan kami melakukan praktek survival atau bertahan hidup di alam bebas. Survival juga bisa diartikan bertahan hidup dalam kondisi seminimal mungkin. Tujuannya agar kita dapat bertahan hidup meskipun dengan keterbatasan bekal makanan.
Kegiatan selanjutnya yaitu rappeling, kegiatan ini di laksanakan di kawasan potensi wisata Goa Seplawan. Medan dipakai adalah tebing setinggi kurang lebih 35 meter. Untuk menuruni tebing setinggi itu, di perlukan mental yang kuat dan pelatihan yang cukup. Karena resiko permainan tali ini cukup tinggi. Sebagai puncak kegiatan Gladi Lapangan adalah pemakaian slayer oleh instruktur dan pembina sebagai penghargaan dan kehormatan peserta yang telah berhasil mengikuti Gladi Lapangan.
Slayer adalah simbol keberhasilan dan kehormatan bagi anggota Plasma. Oleh sebab itu keberadaan slayer ini sangat dijaga oleh seorang Plasma. Tidak sembarang orang boleh memakainya, kecuali bagi mereka yang telah mengikuti Gladi Lapangan. Gladi Lapangan Plasma ini, diharapkan dapat membentuk para peserta agar lebih dewasa, meningkatkan rasa solidaritas antar sesama anggota, serta mental yang kuat. Selain itu, kegiatan ini juga membawa misi agar tetap menjaga kelestarian alam, karena kita dapat belajar sesuatu dari alam.
Editor : Andrean Jhu Chin From : Mef Smanti