Mencanangkan Sekolah Berwawasan Seni

Oleh Dra Sri Sujarotun
Dra Sri Sujarotun
Tahun ajaran 2010/2011 segera kita jelang. Langkah bijaksana untuk menghargai salah satunya dengan menyiapkan serangkaian program dan evaluasi terhadap program tahun sebelumnya. Secara  umum program  yang  kita canangkan tahun lalu baik akademik maupun nonakademik telah berjalan baik  antara lain pemberian reward kepada siswa berprestasi, budaya kompetisi,  gelar kreasi siswa pada kegiatan tengah semester, peningkatan kedisiplinan, peningkatan kebersihan sekolah, dsb.

    Untuk tahun pelajaran 2010/2011  sekolah ini oleh dinas pendidikan Kabupaten diwacanakan dan dipersiapkan untuk ditetapkan sebagai sekolah berwawasan seni. Berkaitan dengan itu, hal  mendasar yang harus dipahami bersama adalah bahwa seni akan menjadi menjadi keunggulan lokal sekolah ini. Ini bukan hal yang mudah untuk diwujudkan tetapi menjadi tantangan yang harus diterima dan dihadapi bersama.

    Lalu seni macam apakah yang bisa dikembang dan bagaimana pelaksanaannya? Jawaban pertama tentu seni yang merupakan budaya khas purworejo ( dolalak ) dan seni lain yang ditinjau dari SDM dan sarananya memungkinkan dilaksanakan di sekolah ini antara lain: seni musik ( band ),  solo vokal, paduan suara, teater,  hadroh, batik, , tari dan seni lain.  Sebagian sudah terlaksana di sekolah ( dolalak,  musik / band, solo vokal, paduan suara, teater) dan yang  dalam  waktu mendatang sangat mungkin dilaksanakan  ( hadroh, batik, tari, dsb. ).

    Dolalak sebagai tari khas Kabupaten Purworejo merupakan target utama yang akan dikembangkan di sekolah ini. Siapa lagi yang akan peduli kalau tidak dimulai oleh kaum muda bagian dari masyarakat purworejo, bagian  dari ruh budaya itu dilahirkan yang pada masanya dulu menjadi kebanggaan masyarakat kita. Janganlah nanti ada pihak lain ( Malaysia??? ) yang lebih peduli dan lebih banggga pada budaya kita karena memang mereka lebih peduli dan lebih piawai dari kita. Lihatlah pula Jepang yang selalu bangga pada seni budayanya seiring kebanggaannya pada  kemajuan ipteknya.

    Pelaksanaan  semua pendidikan seni itu di sekolah bersifat luwes artinya dapat dilaksanakan sebagai kegiatan intrakurikuler atau dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrrakurikuler.  Pada pelaksanaan ini ada yang harus dijunjung tinggi dan ditargetkan bersama yaitu adanya komitmen dan kebanggaan. Semua yang terlibat dalam pelaksaanaan kegiatan itu harus mempunyai komitmen untuk bisa berhasil sehingga mencapai target yang dapat membanggakan dan dibangggakan.

    Keberhasilan adalah tercapainya target yang direncanakan. Keberanian untuk memulai melaksanakan rencana  merupakan keberhasilan yang pertama.  Berani merencakan berani memulai dan semoga Alllah meridhoi.

Sumber :

Sejarah G. Lawu

Terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Lawu memiliki panorama alam yang indah. Banyak wisatawan minat khusus yang mendakinya. Gunung ini pun kerap disambangi para peziarah karena menyimpan obyek-obyek sakral bersejarah. Tempat sakral di sekitar Gunung Lawu terutama petilasan-petilasan Raden Brawijaya seperti Pertapaan Raden Brawijaya, dan Cengkup (rumah kecil yang ditengah-tengahnya terdapat kuburan). Konon nisan yang ada di Cengkup itu adalah Petilasan Prabu Brawijaya, bekas Raja Majapahit yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Lawu. Cangkup dan tempat pertapaan Raden Brawijaya ini terletak di Hargo Dalem, puncak tertinggi kedua Gunung Lawu.

Di gunung berketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang menyimpan berbagai peninggalan sejarah kerajaan Majapahit seperti, Candi Ceto, Candi Sukuh yang merupakan peninggalan Raden Brawijaya selama dalam pelariannya.

Gunung Lawu adalah gunung yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar terutama penduduk yang tinggal di kaki gunung. Tidak heran bila pada bulan-bulan tertenu seperti bulan Syuro penanggalan Jawa, gunung ini ramai didatangi oleh para peziarah terutama yang datang dari daerah sekitar kaki Gunung Lawu seperti daerah Tawamangun, Karanganyar, Semarang, Madiun, Nganjuk, dan sebagainya.

Mereka sengaja datang dari jauh dengan maksud terutama meminta keselamatan dan serta kesejahteraan hidup di dunia. Lokasi yang dikunjungi para peziarah terutama tempat yang dianggap keramat seperti petilasan Raden Brawijaya yang dikenal oleh mereka dengan sebutan Sunan Lawu. Selain itu Sendang Derajat, Telaga Kuning, dsb.

Peninggalan-peninggalan besejarah itu menjadi salah satu saksi sejarah bahwa bangsa kita sejak dahulu berbudaya tinggi oleh karenanya patut dilestarikan karena memberi nilai lebih pada gunung ini.

Di puncak Gunung Lawu ini, menurut cerita yang berkembang di masyarakat yang tinggal di kaki, bahwa Raden Brawijaya lari ke Gunung lawu untuk menghindari kejaran pasukan Demak yang dipimpin oleh putranya yang bernama Raden Patah, serta dari kejaran pasukan Adipati Cepu yang menaruh dendam lama kepada Raden Brawijaya. Konon Raden Brawijaya meninggal di puncak Gunung Lawu ini dibuktikan dengan adanya Cengkup serta petilasan-petilasannya di puncak Gunung Hargo Dalem dengan ketinggian 3.148 mdpl.

Menurut kisah, setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, muncul kerajaan Islam yang berkembang cukup pesat yaitu Kerajaan Demak yang dipimpin oleh seorang raja bernama Raden Patah, masih merupakan putra Raden Brawijaya. Beliau menjadikan Kerajaan Demak menjadi kerajaan besar di Jawa. Pada saat itu Raden Patah bermaksud mengajak ayahnya yaitu Raden Brawijaya memeluk agama Islam, akan tetapi Raden Brawijaya menolak ajakan anaknya untuk memeluk ajaran yang dianut Raden Patah.

Raden Brawijaya tidak ingin berperang dengan anaknya sendiri dan kemudian Raden Brawijaya melarikan diri. Penolakan ayahnya untuk memeluk agama Islam membuat Raden Brawijaya terus dikejar-kejar oleh pasukan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah. Untuk menghindari kejaran pasukan Demak, Raden Brawijaya melarikan diri ke daerah Karanganyar.

Disini Raden Brawijaya sempat mendirikan sebuah candi yang diberi nama Candi Sukuh yang terletak di Dusun Sukuh Desa Berjo Karanganyar. Tetapi belum juga merampungkan candinya, Raden Brawijaya keburu ketahuan oleh pasukan Demak, pasukan Demak dan pengikut-pengikut Raden Patah terus mengejarnya sehingga Raden Brawijaya harus meninggalkan Karanganyar dan meninggalkan sebuah candi yang belum rampung.

Kemudian Raden Brawijaya melarikan diri menuju kearah timur dari Candi Sukuh. Di tempat persembunyiannya, Raden Brawijaya sempat pula mcndirikan sebuah Candi, tetapi sayang tempat persembunyian Raden Brawijaya akhirnya diketahui oleh Pasukan Demak. Raden Brawijaya melarikan diri lagi dengan meninggalkan sebuah candi yang sampai sekarang dikenal masyarakat dengan sebutan Candi Ceto. karena merasa dirinya telah aman dari kejaran Pasukan Demak, Raden Brawijaya sejenak beristirahat akan tetapi malapetaka selanjutnya datang lagi kali ini pengejaran bukan dilakukan oleh Pasukan Demak tetapi dilakukan oleh pasukan Cepu yang mendengar bahwa Raden Brawijaya yang merupakan Raja Majapahit bermusuhan dengan kerajaan Cepu masuk wilayahnya sehingga dendam lama pun timbul.

Pasukan Cepu yang dipimpin oleh Adipati Cepu bermaksud menangkap Raden Brawijaya hidup atau mati. Kali ini Raden Brawijaya lari ke arah puncak Gunung Lawu menghindari kejaran Pasukan Cepu tapi tak satu pun dari pasukan Cepu yang berhasil menangkap Raden Brawijava yang lari ke arah puncak Gunung Lawu melalui hutan belantara.
Didalam persembunyian di Puncak Gunung Lawu, Raden Brawijaya merasa kesal dengan ulah Pasukan Cepu lalu ia mengeluarkan sumpatan kepada Adipati Cepu yang konon isinya jika ada orang-orang dari daerah Cepu atau dari keturunan langsung Adipati Cepu naik ke Gunung Lawu, maka nasibnya akan celaka atau mati di Gunung Lawu. Dan katanya bahwa sumpatan dari Raden Brawijaya ini sampai sekarang tuahnya masih diikuti oleh orang-orang dari daerah Cepu terutama keturunan Adipati Cepu yang ingin mendaki ke Gunung Lawu, mereka masih merasa takut jika melanggarnya.

Belajar Bersama Alam (Gladi XV)

Kegiatan Gladi Lapangan tepatnya dilaksanakan (29/12/2008 – 2/1/2009) lalu. Kegiatan selama 4 hari itu diikuti oleh semua anggota Plasma angkatan XV. Dengan mengambil lokasi di Kecamatan Kaligesing, Purworejo itu juga diikuti oleh pembina, instruktur dan alumni. Dengan mengusung tema “Belajar Bersama Alam,” kegiatan ini berfungsi sebagai praktek lapangan terhadap materi-materi yang telah diterima anggota selama latihan di sekolah. Salah satu kegiatannya yaitu Penghijaun di desa Tlogogua, dengan menanam 1.500 bibit tanaman holtikultura. Ternyata perangkat desa setempat dan Masyarakat juga ikut dalam kegiatan ini. Hal itu membuktikan bahwa mereka menyambut dengan sangat antusias kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak Plasma.

Kegiatan dilanjutkan dengan caving goa (penelusuran goa). Caving di laksanakan di Goa Si Kanthong yang terletak di Dusun Gogoluas. Lokasinya lumayan jauh dari pemukiman penduduk dan harus masuk ke dalam hutan. Goa ini boleh dibilang masih perawan, belum banyak dikunjungi orang, belum banyakorang yang tahu tentang keberadaannya. Untuk menelusurinya dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan. Di dalam goa, terdapat banyak sekali hal baru yang dapat dijumpai. Salah satunya kita dapat melihat ornamentornamen goa, yang merupakan lukisan alam berupa stalaktit dan stalakmit. Tak seperti goa-goa perawan di daerah ini, seperti Goa Anjani yang tanpa ujung, Goa Si Kantong memilikilubang ujung goa. Sehingga kita tidak perlu melakukan perjalanan balik pada saat akan keluar goa.
 
Kegiatan berikutnya, yakni hiking. Perjalanan mengambil start dari Desa Tlogogua sampai dengan Goa Seplawan. Selama dalam perjalanan kami melakukan praktek survival atau bertahan hidup di alam bebas. Survival juga bisa diartikan bertahan hidup dalam kondisi seminimal mungkin. Tujuannya agar kita dapat bertahan hidup meskipun dengan keterbatasan bekal makanan.

Kegiatan selanjutnya yaitu rappeling, kegiatan ini di laksanakan di kawasan potensi wisata Goa Seplawan. Medan  dipakai adalah tebing setinggi kurang lebih 35 meter. Untuk menuruni tebing setinggi itu, di perlukan mental yang kuat dan pelatihan yang cukup. Karena resiko permainan tali ini cukup tinggi. Sebagai puncak kegiatan Gladi Lapangan adalah pemakaian slayer oleh instruktur dan pembina sebagai penghargaan dan kehormatan peserta yang telah berhasil mengikuti Gladi Lapangan.

Slayer adalah simbol keberhasilan dan kehormatan bagi anggota Plasma. Oleh sebab itu keberadaan slayer ini sangat dijaga oleh seorang Plasma. Tidak sembarang orang boleh memakainya, kecuali bagi mereka yang telah mengikuti Gladi Lapangan. Gladi Lapangan Plasma ini, diharapkan dapat membentuk para peserta agar lebih dewasa, meningkatkan rasa solidaritas antar sesama anggota, serta mental yang kuat. Selain itu, kegiatan ini juga   membawa misi agar tetap menjaga kelestarian alam, karena kita dapat belajar sesuatu dari alam.

Editor : Andrean Jhu Chin   From : Mef Smanti

Pendakian di G. Lawu

Pendakian merupakan salah satu kegiatan yang ada di PLASMA sekaligus merupakan program kerja PLASMA yang terakhir dilaksanakan. Yang dalam kegiatan pendakian tersebut, kita dapat menemukan banyak sekali hal yang sangat berarti untuk kita saat ini maupun dikemudian hari. 

Pendakian merupakan kegiatan penuh petualangan, penuh tanda tanya pilihan tentang suatu jalur pendakian mana yang akan ditempuh agr tidak salah dalam melangkah, kekaguman dan ketertarikan akan keindahan alam yang telah tersajikan untuk dilihat dan dinikmati, melatih hidup mandiri, bersosialisasi dengan sesama dan menyatu dengan alam. Pendakian yang kami lakukan yaitu di gunung lawu jawa timur. hari pertama kami nyampai dibascamp, dan untuk 1 malam kami ngecamp di bascamp.

kemudian paginya kami mulai mendaki Gunung lawu, dan siang harinya kami nyampai sumber mata air lawu dan ngecamp semalam disana, Dingin boo……. esok hari sekitar jam 4′an kami muncak dan turun lagi jam 8′an nyampai bawah sekitar Ashar… Huft perjalanan yang sangat melelahkan tapi kami sangat puas.., Target selanjutnya Gunung merbabu Doain ya…n PLASMA !!!

Tingkatkan Rasa Kekeluargaan, Persaudaraan dan Solidaritas Keluarga Besar SMA N 3 Purworejo

Suatu gebrakan baru lagi di SMA N 3 Purworejo. “Kegiatan Gabungan Ekstrakurikuler” Syang beranggotakan PLASMA, KIR, dan MEF baru saja dirintis. Kegiatan baru ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan kurangnya rasa kekeluargaan, persaudaraan dan komunikasi di antara anggota ekstrakurikuler SMA N 3 Purworejo. 

Tujuan diadakan kegiatan gabungan ini adalah untuk meningkatkan rasa kekeluargaan, persaudaraan dan komunikasi di antara anggota ekstrakurikuler pada khususnya dan seluruh keluarga besar SMA N 3 Purworejo. Sabtu, 3 Oktober 2009, anggota dari “Kegiatan Gabungan Ekstrakurikuler” mengadakan kegiatan yang bertemakan “Dengan Halal Bihalal Kita Tingkatkan Rasa Kekeluargaan, Persaudaraan dan Solidaritas Keluarga Besar SMA N 3 Purworejo” Sebagai ajang silaturahmi bersama dan mempererat rasa kekeluargaan.

Dihadiri oleh 54 peserta gabungan. Sambutan dari pihak sekolah dan panitia begitu menunjukkan antusiasnya dalam mengawali acara yang bertempat di Laboratorium SMA N 3 Purworejo. Terdapat juga uraian hikmah dari Bapak Drs. Rochani yang diantaranya berisi empat hal yang menyebabkan doa seseorang tidak terkabul. Pertama, orang yang durhaka kepada kedua orang tua. Kedua, tidak mau bergaul dengan baik kepada sesama. Ketiga, memutuskan tali silaturahmi. Terakhir, pemabuk. 

THR Ada satu hal yang menarik dalam acara ini. Layaknya kegiatan besar yang dihadiri publik, kegiatan inipun terdapat sesi makan bersama. Tak tanggung-tanggung, turahan hari raya atau sering disebut THR jadi menu utamanya, berhubung pada hari itu masih dalam hari ke 12 lebaran. Yang di hari sebelumnya, diadakan pengumpulan makanan bersama. 

Temu Alumni Acara ini tak luput mendapat dukungan dan partisipasi dari alumni SMA N 3 sendiri. Seperti mas Kumala, Pak Eko Mulyanto, Mas Giri dan Mas Endi. Salah seorang dari alumni menuturkan bahwa kerjasama antar organisasi sangat diperlukan agar antar organisasi terjalin simbiosis mutualisme, saling melengkapi dan saling berbagi ilmu dari bidang masingmasing. PLASMA sebagai organisasi “lapangan”, KIR dengan kepenulisannya dan MEF sebagai publikasinya. Tentunya dengan satu tekad untuk memajukan SMA N 3 Purworejo.

Sumber : Mef Smanti (www.mefsmanti.co.cc)

Survival


Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam.



S : Sadar dalam keadaan gawat darurat

U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah

R : Rasa takut dan putus asa hilangkan

V : Vitalitas tingkatkan

I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya

V : Variasi alam bisa dimanfaatkan

A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya

L : Lancar, slaman, slumun, slamet



Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan


Mengapa Ada Survival

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
*Keadaan alam (cuaca dan medan)
*Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
*Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)
*Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat
*kesalahan-kesalahan kita sendiri.


Kebutuhan SurvivalYang harus dipunyai oleh seorang survivor

1. Sikap mental
– Semangat untuk tetap hidup
- Kepercayaan diri
– Akal sehat
– Disiplin dan rencana matang
– Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan
– Cara membuat bivak
– Cara memperoleh air
– Cara mendapatkan makanan
– Cara membuat api
– Pengetahuan orientasi medan
– Cara mengatasi gangguan binatang
– Cara mencari pertolongan


3. Pengalaman dan latihan
- Latihan mengidentifikasikan tanaman
– Latihan membuat trap, dll


4. Peralatan
– Kotak survival
– Pisau jungle , dll


5. Kemauan belajar
Langkah yang harus ditempuh bila saudara atau kelompok anda tersesat :
*Mengkoordinasi anggota
*Melakukan pertolongan pertama
*Melihat kemampuan anggota
*Mengadakan orientasi medan
*Mengadakan penjatahan makanan
*Membuat rencana dan pembagian tugas
*Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar
*Membuat jejak dan perhatian
*Mendapatkan pertolongan


Bahaya-bahaya dalam survival
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
1. Ketegangan dan panik
Pencegahan :
– Sering berlatih
- Berpikir positif dan optimis
– Persiapan fisik dan mental

2. Matahari / panas
– Kelelahan panas
– Kejang panas
- Sengatan panas

Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :
– Penyakit akut/kronis
– Baru sembuh dari penyakit
– Demam
– Baru memperoleh vaksinasi
– Kurang tidur
– Kelelahan
– Terlalu gemuk
– Penyakit kulit yang merata
– Pernah mengalami sengatan udara panas
– Minum alkohol
- Dehidrasi

Pencegahan keadaan panas :
– Aklimitasi
– Persedian air
- Mengurangi aktivitas
– Garam dapu
– Pakaian :
– Longgar
– Lengan panjang
– Celana pendek
– Kaos oblong

3. Serangan penyakit
– Demam
– Disentri
– Typus
– Malaria

4. Kemerosotan mental
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris

Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah

Keadaan lingkungan mencekam

Pencegahan : Usahakan tenang

Banyak berlatih



5. Bahaya binatang beracun dan berbisa

Keracunan

Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang

mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.



Penyebab : Makanan dan minuman beracun

Pencegahan : Air garam di minum

Minum air sabun mandi panas

Minum teh pekat

Di tohok anak tekaknya



6. Keletihan amat sangat

Pencegahan : Makan makanan berkalori

Membatasi kegiatan

7. Kelaparan

8. Lecet

9. Kedinginan

Untuk penurunan suhu tubuh < 30ƒ C bisa menyebabkan kematian



Membuat Bivak (Shelter)

Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin

► Jenis-jenis Shelter :

- Shelter asli alam

- Gua : Bukan tempat persembunyian binatang

Tidak ada gas beracun

Tidak mudah longsor

- Shelter buatan dari alam

- Shelter buatan



► Syarat Shelter :

*

Hindari daerah aliran air
*

Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
*

Bukan sarang nyamuk/serangga
*

Bahan kuat
*

Jangan terlalu merusak alam sekitar
*

Terlindung langsung dari angin

Mengatasi Gangguan Binatang

1.

Nyamuk
*

Obat nyamuk, autan, dll
*

Bunga kluwih dibakar
*

Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk
*

Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk



b. Laron

Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan



c. Lebah

Apabila disengat lebah :

*

Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
*

Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
*

Jangan dipijit-pijit
*

Tempelkan pecahan genting panas di atas luka



d. Lintah

Apabila digigit lintah :

*

Teteskan air tembakau pada lintahnya
*

Taburkan garam di atas lintahnya
*

Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
*

Taburkan abu rokok di atas lintahnya



e. Semut

*

Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
*

Letakkan cabe merah pada jalan semut
*

Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut





f. Kalajengking dan lipan

*

Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
*

Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
*

Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
*

Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
*

Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan

g. Ular

*

kenali dahulu jenis ular, apakah berbisa atau tidak.
o

Ular berbisa biasanya memiliki warna yang mencolok dan memiliki warna yang bervariasi
o

bentuk kepala ular berbisa lebih runcing daripada ular tidak berbisa
*

jika ular tidak berbisa maka cukup bersihkan luka, agar tidak infeksi
*

jika ular berbisa maka:
o

pertama ikat sekitar bagian tubuh yang terkena gigitan
o

lalu perbesar sedikit luka dengan cara disayat dengan pisau bersih
o

pijat-pijat sekitar luka jika perlu dihisap agar bisa keluar, namun jika dihisap jangan sampai tertelan dan segera berkumur dengan air garam atau alkohol
o

siram bekas luka yang telah dikeluarkan bisanya dengan alkohol / air garam / air sabun
o

segera bawa korban kerumah sakit untuk mendapat pertolongan lebih lanjut



Membuat Perangkap (Trap)



Macam-macam Perangkap :

*

Perangkap model menggantung
*

Perangkap tali sederhana
*

Perangkap lubang jerat
*

Perangkap menimpa
*

Apace foot share

Bahan :

*

tali/kawat
*

Umpan
*

Batang kayu
*

Cabang pohon
*

kembali ke atas





Membaca Jejak



► Jenis :

*

Jejak buatan : dibuat oleh manusia
*

Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan
*

Jejak alami biasanya menyatakan tentang :
*

Jenis binatang yang lewat
*

Arah gerak binatang
*

Besar kecilnya binatang
*

Cepat lambatnya gerak binatang



► Membaca jejak alami dapat diketahui dari :

*

Kotoran yang tersisa
*

Pohon atau ranting yang patah
*

Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput













Air



Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 ñ 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.



Air yang tidak perlu dimurnikan :

*

Hujan
*

Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
*

Dari tanaman rambat/rotan
*

Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
*

Dari tanaman
*

Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut



Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :

*

Air sungai besar
*

Air sungai tergenang
*

Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
*

Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
*

Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan











Makanan



Patokan memilih makanan :

*

Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
*

Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
*

Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
*

Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
*

Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam



Hubungan air dan makanan

*

Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
*

Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
*

Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak



Tumbuhan yang dapat dimakanDari batangnya :

*

Batang pohon pisang (putihnya)
*

Bambu yang masih muda (rebung)
*

Pakis dalamnya berwarna putih
*

Sagu dalamnya berwarna putih
*

Tebu



Dari daunnya :

*

Selada air
*

Rasamala (yang masih muda)
*

Daun mlinjo
*

Singkong
*

Akar dan umbinya :
*

Ubi jalar, talas, singkong



Buahnya :

*

Arbei, asam jawa, juwet
*

Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
*

Jamur merang, jamur kayu



Ciri-ciri jamur beracun :

*

Mempunyai warna mencolok
*

Baunya tidak sedap
*

Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
*

Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
*

Bila diraba mudah hancur
*

Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
*

Tumbuh dari kotoran hewan
*

Mengeluarkan getah putih



Binatang yang bisa dimakan:

*

Belalang
*

Jangkrik
*

Tempayak putih (gendon)
*

Cacing
*

Jenis burung
*

Laron
*

Lebah , larva, madu
*

Siput
*

Kadal : bagian belakang dan ekor
*

Katak hijau
*

Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya
*

Binatang besar lainnya







Binatang yang tidak bisa dimakan

*

Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
*

Mengandung racun : penyu laut
*

Mengandung bau yang khas : sigung



Api



Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.



*

Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
*

Gesekan kayu dengan kayu.

Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar

*

Busur dan gurdi

Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.

Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Gunung Merapi


Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Kota Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan. Kini Merapi termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.


Sejarah Geologis

Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.



Rute Pendakian

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang popular. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Sèlo, satu kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu rata-rata 5 jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Panca Darma Plasma

 
Pecinta Alam SMA N 3 Purworejo Jln. Yogyakarta KM 08, Purwodadi Purworejo, 54173